Kunjungi Pabrik Pengolahan Kayu, Menkeu Titip Pohon Sengon

Kunjungi Pabrik Pengolahan Kayu, Menkeu Titip Pohon Sengon

VIVA.co.id – Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro berkunjung ke pabrik pengolahan kayu di Wonogiri, Jawa Tengah, Kamis, 12 November 2015. Pabrik pengolahan kayu PT Nagabuana Aneka Piranti di Desa Manjung, Jatipuro, Wonogiri ini dinilai berhasil meningkatkan perekonomian masyarakat Wonogiri dan sekitarnya. Selain itu, perusahaan ini juga dianggap berhasil mendatangkan devisa bagi negara dari ekspor kayu ke berbagai negara jual bibit sengon solomon.

Dalam kunjungannya Menkeu dan rombongan langsung berjalan keliling pabrik yang memproduksi kayu menjadi produk barecore, plywood dan blockwood. Kemudian, Bambang juga memberikan bantuan secara simbolis bibit pohon sengon kepada sejumlah perwakilan Gapoktan. Tak hanya itu, Menkeu ikut menanamkan bibit pohon sengon di lokasi lahan persemaian yang terletak di sisi selatan komplek pabrik. Seperti diketahui bahwa pabrik pengolahan kayu tersebut berbahan utama kayu sengon yang diproduksi menjadi berbagai produk kayu olahan.

Dalam sambutannya Bambang mengatakan, kedatangan ke Wonogiri kali ini sangat spesial karena pemerintah berusaha mengatasi keterlambatan ekonomi. Salah satunya, yakni dengan cara memberdayakan sektor usaha kecil dan menengah yang berorientasi ekspor. “Upaya untuk memberdayakan UKM tersebut, Kementerian Keuangan secara konsisten mengawal dan menugaskan lembaga-lembaga teknis untuk mendukung penanganan masalah itu. Salah satunya dengan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (Indonesia Eximbank),” ujarnya saat menyampaikan sambutan.

Bambang juga mengungkapkan jika perusahaan tersebut bisa mengekspor kayu terbaik karena faktor suplai bahan baku dari petani di Wonogiri yang kualitasnya sangat baik. “Bapak ibu ikut membantu perekonomian Indonesia dengan menyediakan bahan baku kayu sengon yang kemudian diolah oleh PT Nagabhuana kemudian diekspor ke luar negeri dan mendatangkan devisa ke negara Indonesia. Bapak ibu semua juga pahlawan devisa,” kata Bambang.

Ia berharap apa yang dikembangkan di Wonogiri bisa dikembangkan di daerah lain, terutama di Jawa Tengah. Pasalnya, di masa lalu Wonogiri merupakan daerah yang kering dan miskin. Tetapi, adanya perusahaan ini bisa memberdayakan masyarakat untuk lebih makmur.

Leave a Reply