Gejala Serta Obat Diabetes Melitus Tipe 2 yang Perlu Diketahui

Mungkin banyak yang belum tahu jika obat diabetes melitus itu ada dua tipe yaitu obat diabetes melitus tipe 1 dan obat diabetes melitus tipe 2. Perlu Anda ketahui jika diabetes itu memiliki dua tipe yaitu tipe 1 dan tipe 2. Pada dasarnya kedua tipe tersebut itu merupakan sebuah tahapan yang yang nantinya akan terjadi pada penderita diabetes. Ketika penderita diabetes sudah menunjukan gejala tipe 1 dan tetap tak mau mengubah gaya hidup, maka secara otomatis akan mengalami gejala penyakit diabetes tipe 2 yang bisa dibilang lebih parah. Wajib Anda ketahui jika diabetes itu tak hanya menyerang orang yang sudah berumur saja loh, bahkan seorang remaja pun bisa mengalami gejala diabetes tipe 1 yang nantinya bisa memburuk. Sebenarnya apa perbedeaan antara gejala tipe 1 dan juga tipe 2?

 

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai obat diabetes melitus tipe 2, ada baiknya untuk mengetahui terlebih dahulu mengenai gejala dibetes tipe 1 dan tipe 2 yaitu sebagai berikut:

  • Gejala diabetes melitus tipe 1 yaitu antara lain sering merasa kehausan yang berlebihan, sering mengalami buang air kecil yang biasanya terjadi pada malam hari, dan akan lebih sering merasakan lapar.
  • Gejala diabeter melitus tipe 2 yaitu antara lain cepat atau mudah merasakan kelelahan, akan mengalami berkurangnya massa otot, akan mengalami penurunan berat badan yang cukup drastic, pandangan atau penglihatan yang kabur, serta mengalami luka yang sangat sulit untuk sembuh dan serig mengalami infeksi pada bagian luka tersebut.

 

Nah, ketika Anda atau sanak saudara Anda sudah memasuki gejala diabetes melitus tipe 2, maka segerakan untuk mengkonsumsi berbagai obat diabetes melitus tipe 2 yang akan menghambat dan bisa memberikan efek lebih baik pada kesehatan. Obat diabetes melitus paling ampuh untuk tipe 2 itu bisa dengan menggunakan Metformin yang memiliki fungsi untuk mengurangi kadar gula darah, Sulfonilurea dengan fungsiĀ  untuk meningkatkan produksi insulin dalam pancreas, Pioglitazone yang bekerja sebagai pemicu insulin, serta masih banyak lagi obat yang bisa dikonsumsi yang tentu saja dengan bimbingan para dokter ahli.

Leave a Reply