Cara Mudah Mengatasi Anak Yang Lambat Bicara

Cara Mudah Mengatasi Anak Yang Lambat Bicara – Seorang anak akan dianggap terlambat berbicara jika umur anak telah mencapai 2 atau 3 tahun, tetapi belum sanggup untuk bicara secara lancar. Normalnya anak usia 1, 5 tahun sudah dapat mengucapkan minimal 5 kata dengan konsisten. Ketika memasuki usia 2 tahun, barulah si anak akan mampu merangkai sebuah kata sederhana.

 

Pada umumnya anak-anak yang mengalami lambat bicara mempunyai perkembangan intelegensi yang normal. Namun masalah keterlambatan anak bicara sebenarnya disebabkan oleh berbagai faktor. Mulai dari hambatan pendengaran yang secara otomatis memicu anak kesulitan meniru dan memahami bahasa, hingga adanya gangguan pada daerah otak yang tidak efesien. Untuk itu, cara mudah berikut ini bisa mengatasi anak yang lambat berbicara.

Ikuti Tips Mengatasi Anak Lambat Bicara

1.Berlatih Meniup Sedotan

Cara sederhana yang pertama untuk memabntu anak mudah berbicara adalah dengan berlatih menium sedotan. Metode ini akan menguatkan otot wajah maupun mulut yang banyak digunakan pada saat berbicara. Tak hanya itu, si naka juga dapat dilatih dengan minum menggunakan sedotan. Namun sebaiknya pilihlah sedotan yang unik sehingga anak tersebut merasa lebih tertarik untuk melakukan kegiatan  ini.

  1. Taruh Benda Kesukaan di Luar Jangkauan

Tips terbaik selanjutnya adalah menaruh benda kesukaan di luar jangkauan agar dapat merangsang anak untuk segera bicara. Hal ini akan membuat anak terpancing meminta bantuan untuk mengambilnnya, sehingga memaksa bibir untuk bergerak berbicara. Ajarkan pula anak meminta bantuan menggunakan bahasa insyarat dan cara pengucapannya. Selalu puji anak saat berusaha berhasil melakukan aktifitas tersebut.

  1. Berikan Kesempatan Berinteraksi

Kegiatan anak dalam berinteraksi akan memotivasi untuk belajar berbicara, lantaran kawan bermain juga membutuhkan kemampuan komunikasi verbal. Seorang ibu bisa menstimulasi anak dengan mengajaknya berkomunikasi, walaupun anak belum dapat berbicara secara baik. Hanya dengan mengajak anak untuk memvakan dongeng ataupun bernyanyi. Pasalnya interaksi dan komunikasi antara orangtua dan anak akan mampu memstimulasi anak untuk memperbanyak kosa kata.

 

  1. Mengajarkan Pengucapan yang Jelas


Mengajarkan kata kepada anak dengan pengucapan yang jelas penting dilakukan. Usahakan anak melihat gerakan bibir anda pada saat mengucapkan kata-kata tersebut. Ada baiknya matikan televisi saat tidak ditonton. Pasalnya suara televisi mengganggu konsentrasi anak mendengar percakapan. Anak yang sering menonton televisi akan menjadi pendengar yang pasif, karena hanya menerima tanpa harus mencerna.

  1. Ajari Bahasa Isyarat

Selain mengajari anak dengan bahas insyarat, anda juga harus menggunakan flash card bergambar sederhana sebagai daya pendukung informasi. Minta si anak untuk menyebutkan dan mengulangi apa yang telah dilihatnya. Bahkan memperdengarkan lagu anak seperti ciptaan AT Mahmud bisa menjadi salah satu cara terbaik memancing anak untuk berbicara. Lagu-lagu anak ini sangat sederhana, karena anak akan bisa membeo, dan bisa menggunakan kata-kata yang sering didengar dari lagu tersebut.

Konsultasikan anak ke dokter atau psikolog tentang tumbuh kembang anak, bicarakan pada para ahli tentang tumbuh kembang anak serta kemampuan apa saja yang sudah dapat dikuasainya.

Source: Joovy Caboose Ultralight Stroller

Leave a Reply